Kata
bank berasal dari bahasa Italia, banca yang berarti meja. Menurut UU Nomor 10
Tahun 1998 tentang Perbankan, yang dimaksud bank adalah badan usaha yang
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya
kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya
dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Beberapa
pengertian bank yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut.
a.
Macleod, tugas bank adalah menciptakan kredit, sedangkan bankir adalah
pengusaha yang membeli uang dan peminjam dengan cara menciptakan pinjaman
lainnya.
b.
R.G. Hawtery, pengusaha bank adalah pedagang yang mengadakan transaksi kredit,
yang berupa penerimaan dan pengeluaran kredit.
c.
A. Hann, tugas bank terletak pada pemberian pinjaman dengan cara menciptakan
pinjaman dari simpanan yang dipercayakan.
Dalam
praktiknya, di Indonesia terdapat beberapa jenis perbankan. Menurut
Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998, perbankan di Indonesia dalam
melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip
kehati-hatian, sehingga fungsi utama perbankan di Indonesia adalah sebagai
penghimpun dan penyalur dana masyarakat.
Adapun
jenis perbankan dewasa ini dapat ditinjau dari beberapa segi, yaitu segi fungsi,
kepemilikan, status, dan cara menentukan harga.
a. Dilihat dari Segi Fungsi
Menurut UU
Pokok Perbankan Nomor 10 Tahun 1998, jenis bank menurut fungsinya adalah
sebagai berikut.
1) Bank umum, yaitu bank yang dapat
memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
2) Bank
Perkreditan Rakyat, adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak
memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
b. Dilihat dari Segi Kepemilikan
Jenis bank berdasarkan
kepemilikannya dapat dibedakan sebagai berikut.
1) Bank milik pemerintah
Bank milik
pemerintah merupakan bank yang akte pendiriannya maupun modal bank ini
sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah, sehingga keuntungannya dimiliki oleh
pemerintah pula. Contoh bank milik pemerintah adalah:
a.Bank Mandiri
Pendiri
: Pemerintah Indonesia
Jumlah
lokasi : 1.296
kantor cabang
Daerah
layanan : Indonesia, Kepulauan
Cayman, Cina, Hong Kong, Singapura, Timor Leste, Britania Raya
Tokoh
penting : Wimboh
Santoso (Presiden Komisaris), Budi Gunadi Sadikin (Presiden Direktur)
Produk
: Mandiri Tabungan, Mandiri Deposito,
e-Toll Card, dll.
PT Bank Mandiri
(PERSERO) Tbk. adalah bank yang
berkantor pusat di Jakarta, dan merupakan bank terbesar di Indonesia dalam hal aset,
pinjaman, dan deposit. Bank ini berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai
bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah
Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank milik Pemerintah yaitu,Bank Bumi Daya (BBD), Bank
Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank
Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo),
digabungkan ke dalam Bank Mandiri.
Perkembangan
Bisnis
Bank Mandiri membentuk
sebuah perusahaan baru yang diberi nama Mandiri Capital, merupakan modal
ventura pertama yang berbasis teknologi di Indonesia. Mandiri Capital akan menanamkan
modal ke bisnis-bisnis start-up yang berpotensi besar
Bank Mandiri (Persero) Tbk. menambah
dua kantor cabang baru di di pulau Gili Trawangan dan Sengigi, Nusa Tenggara
Barat (NTB). Penambahan kantor cabang ini dilakukan karena melihat prospek
ekonomi yang bagus di sektor pariwisata. Dengan tambahan dua cabang baru itu,
saat ini perseroan sudah memiliki 2.456 kantor cabang di seluruh Indonesia.
Bank Mandiri
menyediakan layanan perbankan bagi Pos Indonesia untuk
meningkatkan efisiensi pengelolaan kas. Melalui penyediaan layanan ini, Bank
Mandiri akan mengelola kas Pos Indonesia seperti penyediaan likuiditas,
penerimaan setoran dana, pengelolaan dana dan rekening, fasilitas cash
management, serta layanan perbankan lain untuk pegawai dan mitra bisnis Pos
Indonesia. Sinergi Bank Mandiri dengan Pos Indonesia telah menghasilkan banyak
pengembangan bisnis, seperti pembentukan bank joint venture bersama-sama PT
Taspen dengan nama Bank Mantap yang menjadi kendaraan untuk penyaluran kredit
pensiunan. Mandiri dan Pos Indonesia juga berkolaborasi dalam mendukung
kelancaran penyaluran PSKS melalui Layanan Keuangan Digital. Bahkan, untuk
memudahkan transaksi keuangan masyarakat, sekitar 4.000 electronic data capture
(EDC) Bank Mandiri telah ditempatkan di kantor pos yang berada di berbagai
wilayah Tanah Air. Selain kerjasama tersebut, Bank Mandiri juga menyediakan
layanan keuangan bagi pegawai dan pensiunan PT Pos Indonesia yang saat ini tercatat
memiliki sekitar 26 ribu pegawai dan 16 ribu pensiunan.
b.Bank
Negara Indonesia (BNI)
Kantor pusat : Indonesia,
Malaysia
,Singapura,
Brunei,
Filipina, Papua Nugini, Jepang,
Amerika
Serikat, Inggris,
Hong Kong,
Britania Raya
Tokoh penting : Margono Djojohadikusumo(Pendiri), Achmad Baiquni (CEO)
Tokoh penting : Margono Djojohadikusumo(Pendiri), Achmad Baiquni (CEO)
Bank Negara Indonesia atau BNI adalah sebuah institusi bank milik pemerintah, dalam hal Ini adalah perusahaanBUMN, di Indonesia. Dalam struktur manajemen organisasinya,
Bank Negara Indonesia (BNI), dipimpin oleh seorang Direktur Utama yang
saat ini dijabat oleh Achmad Baiquni.
Bank Negara Indonesia
(BNI) adalah bank komersial tertua dalam sejarah Republik Indonesia.
Bank ini didirikan pada tanggal 5 Julitahun 1946.
Saat ini BNI mempunyai 914 kantor cabang di Indonesia dan 5 di luar negeri. BNI
juga mempunyai unit perbankansyariah,
Namun sejak 2010 telah spin off (Memisahkan diri), yang dinamakan BNI Syariah
PT Bank Negara
Indonesia Tbk didirikan oleh Margono Djojohadikusumo,
yang merupakan satu dari anggota BPUPKI, lalu mendirikan bank sirkulasi/sentral
yang bertanggung jawab menerbitkan dan mengelola mata uang RI.
Margono berjasa besar
atas perkembangan bisnis atau usaha perbankan di Indonesia. Karena Margono
adalah seorang pionir, maka dia berhasil menanamkan nilai-nilai dan cara
pandang bisnis perbankan di Indonesia, menggantikan peranan De Javasche Bank pada era penjajahan.
Awal
pendirian
Bank Negara Indonesia
didirikan dan dipersiapkan pada tanggal 5 Juli 1946 menjadi Bank
Sirkulasi atau Bank Sentral yang bertanggung jawab menerbitkan dan mengelola mata
uang RI. Beberapa bulan setelah pendiriannya, Bank Negara Indonesia mulai
mengedarkan alat pembayaran resmi pertama - Oeang Republik Indonesia atau ORI. Pengusul
dibentuknya sebuah Bank Sentral atau
Bank Sirkulasi, serta sekaligus juga adalah sebagai pendiri dan Direktur Utama
Bank Negara Indonesia yang pertama adalah Raden Mas (R.M.) Margono
Djojohadikusumo.
Pada 1955,
Peran Bank Negara Indonesia beralih menjadi bank pembangunan dan kemudian
mendapat hak untuk bertindak sebagai bank devisa. Sejalan dengan penambahan
modal pada tahun 1955,
status Bank Negara Indonesia beralih menjadi bank umum dengan penetapan secara
yuridis melalui Undang-Undang Darurat nomor 2 tahun 1955.
Dengan inovasi perbankan yang luas,
menimbulkan kepercayaan pemerintah terhadap perusahaan BNI. Maka, pada 1968,
status hukum Bank Negara Indonesia ditingkatkan ke Persero dengan nama PT Bank
Negara Indonesia.
Pada 2013,
BNI memposisikan layanannya dalam tingkat yang lebih tinggi. Bank BNI
meluncurkan kartu kredit dan kartu ATM/debit bergambar Tim Sepakbola peserta
BPL,Chelsea, dengan logo MasterCard. Kartu tersebut dapat diterima oleh
fans Chelsea. Bank BNI juga meluncurkan layanan trust bagi industri ekspor,
termasuk untuk industri minyak dan gas.
Perkembangan
Bisnis
Jelang akhir 2015, PT
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. akhirnya resmi mengantongi izin beroperasi
di Myanmar dengan membuka representatif office yang akan dibantu kantor cabang
Singapura. Ini untuk memudahkan perusahaan asal Indonesia untuk berekspansi ke
Myanmar. Untuk menggarap bisnis di Myanmar BNI belum akan menyasar segmen
konsumer, tetapi lebih memilih menggarap segmen korporasi. Meski begitu, BNI
menawarkan layanan remitansi bagi para staf kedutaan besar Republik Indonesia
(KBRI).
Bank Negara Indonesia
terpilih menjadi bank yang melayani pembayaran bagi para investor asing yang
ingin menanamkan modalnya di Indonesia melalui alur Layanan Izin Investasi 3
Jam yang disiapkan Badan
Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Hal ini dimungkinkan karena BNI menjadi satu-satunya bank yang sudah terkoneksi
dengan layanan AHU Online milik Kementerian Hukum dan
HAM. Investor, pengusaha, atau penanam modal dapat dengan mudah
melakukan pembayaran PNBP ini dengan penyediaan e-channel BNI, yaitu ATM BNI,
EDC Mini ATM, Corporate Internet Banking(BNIDirect) yang sudah tersedia di
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat BKPM. Selain itu, BNI juga
memanfaatkan keberadaan kantor-kantor cabang luar negeri, yaitu di Singapura, Hong Kong, Tokyo, New York, London, Osaka,
dan segera di Seoul untuk menjadi pusat
informasi berinvestasi di Indonesia.
c. Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Situs web : www.bri.co.id
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk (BRI atau Bank BRI) adalah salah satu bank milik
pemerintah yang terbesar diIndonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan
di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadjadengan
nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden
atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto",
suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia
(pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian
dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.
Sejarah
Pada periode setelah kemerdekaan
RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa
BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa
perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat
terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank
Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960
dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari
BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian
berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan
ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan
Nelayan.
Setelah berjalan
selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank
tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank
Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan
nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank
Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).
Berdasarkan
Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan
Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang
intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank
Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing
menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia.
Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali
tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.
Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan
Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21
tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu
masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah
Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT.
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.
d. Bank Tabungan Negara (BTN)
Tokoh penting : Maryono Presiden
Direktur
Bank Tabungan Negara atau BTN adalah Badan
Usaha Milik Negara Indonesia yang berbentuk perseroan
terbatasdan bergerak di bidang jasa keuangan perbankan. Sejak tahun 2012, bank ini dipimpin oleh Maryono sebagai direktur utama.
Sejarah
Cikal bakal BTN
dimulai dengan didirikannya Postspaarbank di Batavia pada
tahun 1897.
Pada tahun 1942,
sejak masa pendudukan
Jepang di Indonesia, bank ini dibekukan dan digantikan dengan Tyokin Kyoku atau
Chokinkyoku (貯金局?).
Setelah proklamasi
kemerdekaan Indonesia bank
ini diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan diubah menjadi Kantor Tabungan
Pos. Nama dan bentuk perusahaan selanjutnya berubah beberapa kali hingga
akhirnya pada tahun 1963 diubah menjadi nama dan bentuk resmi yang berlaku saat
ini.
Sejarah BTN:
1897: Berdiri dengan
nama Postpaarbank
1942-1945: Berubah nama
menjadi Chokin Kyoku
1950: Menjadi Bank
Tabungan Pos
1963: Menjadi Bank
Tabungan Negara
1968: Resmi dimiliki
Pemerintah (BUMN)
1974: Pelayanan lebih
difokuskan
1989: Mendapat izin
bank umum dan penerbitan obligasi
1992: Menjadi Persero
1994: Mendapat izin
bank devisa
2000: Ikut program
rekapitulasi
2002: Pinjaman Tanpa
Subsidi
2003: Restrukturisasi
2005: Peluncuran BTN
Syariah
2008: Sekuritisasi aset
Struktur
organisasi
Struktur
organisasi sejak Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank BTN tanggal 24
Maret 2015
2) Bank milik swasta nasional
Bank milik
swasta nasional merupakan bank yang seluruh atau sebagian besar sahamnya
dimiliki oleh swasta nasional, sehingga keuntungannya menjadi milik swasta
pula. Contoh bank milik swasta nasional antara lain :
a. Bank
Central Asia (BCA)
Situs
web : BCA.co.id
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) adalah bank swasta
terbesar di Indonesia. Bank ini didirikan pada 21 Februari1957 dengan
nama Bank Central Asia NV dan
pernah menjadi bagian penting dari Salim Group. Sekarang bank ini dimiliki oleh salah satu grup
perusahaan rokok terbesar di dunia, Djarum.
Sejarah
BCA secara resmi
berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV. Banyak
hal telah dilalui sejak saat berdirinya itu, dan barangkali yang paling
signifikan adalah krisis moneter yang
terjadi pada tahun 1997.
Krisis ini membawa
dampak yang luar biasa pada keseluruhan sistem perbankan di Indonesia. Namun,
secara khusus, kondisi ini memengaruhi aliran dana tunai di BCA dan bahkan
sempat mengancam kelanjutannya. Banyak nasabah menjadi panik lalu beramai-ramai
menarik dana mereka. Akibatnya, bank terpaksa meminta bantuan dari pemerintah
Indonesia. Badan
Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)
lalu mengambil alih BCA pada tahun 1998.
Berkat kebijaksanaan
bisnis dan pengambilan keputusan yang arif, BCA berhasil pulih kembali dalam
tahun yang sama. Di bulan Desember 1998, dana pihak ke tiga telah kembali ke
tingkat sebelum krisis. Aset BCA mencapai Rp 67.93 triliun, padahal di bulan
Desember 1997 hanya Rp 53.36 triliun. Kepercayaan masyarakat pada BCA telah
sepenuhnya pulih, dan BCA diserahkan oleh BPPN ke Bank Indonesia pada
tahun 2000.
Selanjutnya, BCA
mengambil langkah besar dengan menjadi perusahaan publik. Penawaran Saham Perdana berlangsung pada
tahun 2000, dengan menjual saham sebesar 22,55% yang berasal dari divestasi
BPPN. Setelah Penawaran Saham Perdana itu, BPPN masih menguasai 70,30% dari
seluruh saham BCA. Penawaran saham kedua dilaksanakan di bulan Juni dan Juli
2001, dengan BPPN mendivestasikan 10% lagi dari saham miliknya di BCA.
Dalam tahun 2002, BPPN
melepas 51% dari sahamnya di BCA melalui tender penempatan privat yang
strategis. Farindo Investment, Ltd., yang berbasis di Mauritius, memenangkan tender tersebut. Saat ini,
BCA terus memperkokoh tradisi tata
kelola perusahaan yang baik, kepatuhan penuh pada regulasi,
pengelolaan risiko secara baik dan komitmen pada nasabahnya baik sebagai bank
transaksional maupun sebagai lembaga intermediasi finansial.
b. Bank Mega
Didirikan : 15 April 1969 (sebagai Bank Karman) 1 Januari 1992 (sebagai Mega Bank) Juni 1997 (sebagai Bank Mega)
Situs
web : www.bankmega.com
Bank Mega adalah perusahaan Indonesia yang
berbentuk perseroan terbatas dan bergerak di
bidang jasa keuangan perbankan.
Bank ini berbasis di Jakarta dan merupakan bagian dari CT Corp.
Didirikan pada tahun 1969.
Sejarah
Berawal dari sebuah
usaha milik keluarga bernama Bank Karman yang didirikan pada
tanggal 15 April 1969 dan berkedudukan diSurabaya, selanjutnya pada tahun 1992 berubah nama menjadi Mega Bank dan melakukan
relokasi kantor pusat ke Jakarta.
Seiring dengan
perkembangannya Mega Bank pada tahun 1996 diambil alih oleh CT Corp (d/h
Para Group) (PT Para Global Investindo dan PT. Para Rekan Investama). Untuk
lebih meningkatkan citra Mega Bank.
Pada bulan Juni 1997 melakukan perubahan
logo dengan tujuan bahwa sebagai lembaga keuangan kepercayaan masyarakat dengan
akan lebih mudah dikenal melalui logo perusahaan yang baru berubah nama menjadi Bank Mega.
Dalam rangka
memperkuat struktur permodalan maka pada tahun yang sama Bank Mega melaksanakan Initial Public Offering dan listed di BEJ
maupun BES. Dengan demikian sebagian saham Bank Mega dimiliki oleh publik dan
berubah namanya menjadi PT. Bank Mega Tbk..
Pada saat krisis
ekonomi, Bank Mega mencuat sebagai salah satu bank yang tidak terpengaruh oleh
krisis dan tumbuh terus tanpa bantuan pemerintah bersama dengan Citibank, Deutsche Bank dan HSBC.
Bank Mega merupakan
satu-satunya bank di Indonesia yang mobil operasionalnya menggunakan Livery
Bank Mega. Dan strategi ini berhasil menanamkan image yang begitu kuat
dikalangan gross root Bangsa Indonesia.
Dan hingga kini Bank
Mega masih merupakan bank yang kepemilikannya 100% milik warga Indonesia, saat
mayoritas usaha di sektor keuangan Indonesia dimonopoli oleh asing.
c.
Bank Danamon
Situs
web : www.danamon.co.id
PT Bank
Danamon Indonesia Tbk atau
lebih dikenal dengan nama Bank
Danamon, adalah sebuah bank di Indonesia.
Sejarah
Bank Danamon didirikan
pada tanggal 16 Juli 1956 dengan nama PT Bank
Kopra Indonesia. Pada tahun 1976 nama bank ini berubah
menjadi PT Bank Danamon Indonesia. Bank ini menjadi bank pertama yang
memelopori pertukaran mata uang asing pada tahun 1976 dan tercatat sahamnya
di bursa sejak tahun 1989.
Pada tahun 1997,
sebagai akibat dari krisis finansial di Asia,
Bank Danamon mengalami kesulitan likuiditas dan
akhirnya oleh pemerintah ditaruh di bawah pengawasan BPPN atau Badan
Penyehatan Perbankan Nasional (dalam
bahasa Inggris lebih dikenal dengan nama IBRA) sebagai Bank yang diambil alih
Pemerintah (BTO - Bank
Take Over). Pada tahun 1999,
pemerintah melaluiBPPN melakukan rekapitalisasi Bank Danamon sebesar
Rp 32 miliar dalam bentuk Surat Hutang Pemerintah (Government Bonds).
Pada tahun yang sama, beberapa bank BTO akhirnya digabung menjadi satu dengan
Bank Danamon sebagai salah satu bagian dari rencana restrukturisasi BPPN.
Pada tahun 2000,
Bank Danamon kembali melebarkan sayapnya dengan menjadi bank utama dalam
penggabungan 8 Bank BTO lainnya. Pada saat inilah Bank Danamon mulai muncul
sebagai salah satu pilar ekonomi di
Indonesia.
Pada 3 tahun
berikutnya, Bank Danamon mengalami restrukturisasi besar-besaran mulai
dari bidang manajemen, sumber daya manusia, organisasi, sistem informasi, anggaran
dasar dan
logo perusahaan. Usaha keras yang dilakukan ini akhirnya berbuah hasil dalam
membentuk pondasi dan infrastruktur bagi
Bank Danamon dalam tujuannya untuk meraih pertumbuhan yang maksimal berdasarkan transparansi kerja, tanggung
jawab kepada
masyarakat, integritas sebagai salah satu
pilar ekonomi di Indonesia dan sikap profesional dalam menjalankan tugasnya
sebaga salah satu bank terbesar di Indonesia (atau lebih dikenal dengan istilah
TRIP).
Pada tahun 2003,
Bank Danamon diambil alih mayoritas kepemilikan sahamnya oleh konsorsium Asia
Finance Indonesia di bawah kendali Temasek Holdings. Dengan hadirnya manajemen baru,
maka dicanangkanlah penata ulangan model bisnis dan
strategi usaha Bank Danamon dalam usahanya untuk terus melakukan perubahan
total dalam disain yang sudah dirancang untuk menjadikan Bank Danamon sebagai
salah satu bank nasional terkemuka di Indonesia dan bank pemain utama di
kawasan Asia.
Sejak tahun 2008,
Bank Danamon yang kemudian dikenal dengan nama Danamon mulai menggerakan
masyarakat Indonesia lewat
kampanye "Untuk Anda, Bisa". Bahkan sejak2010,
Danamon meluncurkan program Semangat Bisa. Musim 1 dari Semangat Bisa
ditayangkan oleh Trans 7 serta
dipandu oleh Pandji Pragiwaksono dan Musim 2
ditayangkan oleh Global TV serta
dipandu oleh Soraya Hylmi.
3) Bank milik koperasi
Bank milik
koperasi merupakan bank yang kepemilikan saham-sahamnya oleh perusahaan yang
berbadan hukum koperasi. Contoh bank milik koperasi adalah
a. Bank
Umum Koperasi Indonesia (Bukopin)
Situs
web : bukopin.co.id
Bank Bukopin (sebelumnya
bernama Bank Umum Koperasi Indonesia pada 1970 sampai 1989) adalah bankswasta kelas
menengah di Indonesia dan memfokuskan bisnis intinya pada 4 sektor, yaitu
UKM, mikro, konsumer, dan komersial.
Sejarah
Bank Bukopin didirikan
pada tanggal 1 Juli 1970,
sebelumnya dikenal sebagai Bank Umum Koperasi Indonesia. Pada
1989, perusahaan berganti nama menjadi Bank Bukopin. Selanjutnya, pada 1993
status perusahaan berubah menjadi perseroan terbatas.
Bank Bukopin
menfokuskan diri pada segmen UMKMK, saat ini telah tumbuh dan berkembang
menjadi bank yang masuk ke kelompok bank menengah di Indonesia dari sisi aset.
Seiring dengan terbukanya kesempatan dan peningkatan kemampuan melayani
kebutuhan masyarakat yang lebih luas, Bank Bukopin telah mengembangkan usahanya
ke segmen komersial dan konsumer.
Ketiga segmen ini
merupakan pilar bisnis Bank Bukopin, dengan pelayanan secara konvensional
maupun syariah, yang didukung oleh sistem pengelolaan dana yang optimal,
kehandalan teknologi informasi, kompetensi sumber daya manusia dan praktek tata
kelola perusahaan yang baik. Landasan ini memungkinkan Bank Bukopin melangkah
maju dan menempatkannya sebagai suatu bank yang kredibel.
Berkantor pusat di
Gedung Bank Bukopin, Jl MT Haryono Kav 50-51 Jakarta Selatan, operasional Bank
Bukopin kini didukung oleh lebih dari 425 outlet yang tersebar di 22 provinsi
di seluruh Indonesia yang terhubung secara real time online. Bank Bukopin juga
telah membangun jaringan micro-banking yang diberi nama “Swamitra”, yang kini
berjumlah 543 outlet, sebagai wujud program kemitraan dengan koperasi dan
lembaga keuangan mikro.
Dengan struktur
permodalan yang semakin kokoh sebagai hasil pelaksanaan Initial Public Offering
(IPO) pada bulan Juli 2006, Bank Bukopin terus mengembangkan program
operasionalnya dengan menerapkan skala prioritas sesuai strategi jangka pendek
yang telah disusun dengan matang. Penerapan strategi tersebut ditujukan untuk
menjamin dipenuhinya layanan perbankan yang komprehensif kepada nasabah melalui
jaringan yang terhubung secara nasional maupun internasional, produk yang
beragam serta mutu pelayanan dengan standar yang tinggi. Keseluruhan kegiatan
dan program yang dilaksanakan pada akhirnya berujung pada sasaran terciptanya
citra Bank Bukopin sebagai lembaga perbankan yang terpercaya dengan struktur
keuangan yang kokoh, sehat dan efisien. Keberhasilan membangun kepercayaan
tersebut akan mampu membuat Bank Bukopin tetap tumbuh memberi hasil terbaik
secara berkelanjutan.
4) Bank milik asing
Bank milik
asing merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, atau seluruh sahamnya
dimiliki oleh pihak asing (luar negeri). Contoh bank milik asing antara lain:
a. HSBC
HSBC Holdings PLC, adalah salah satu grup perbankan
terbesar di dunia. HSBC bermarkas di London,
dengan kantor pusat di Menara HSBC, London,
sebuah bagian dari pengembangan Canary Wharf di London Docklands. Anggota
pendirinya adalah The Hongkong and
Shanghai Banking Corporation Limited, sebuah bank yang dibentuk oleh
orang Skotlandia - Thomas
Sutherland - untuk membiayai perdagangan di Timur Jauh di 1865.
Pada 2005,
bank ini merupakan perusahaan terbesar keempat dalam segi aset. Ia
melaporkan jumlah pemasukan dalamdolar AS sekitar
70% berasal dari luar Britania. Nyaris 40% berasal dari operasinya di Hong Kong.
Sebelum pindah markasnya keLondon pada awal 1990-an,
ia bermarkas di Hong Kong. HSBC merupakan bank terbesar di Hong Kong, dan kedua
terbesar di dunia setelah Citigroup.
Di Indonesia, HSBC mulai hadir di Jakarta pada
tahun 1884,
sehingga merupakan salah satu bank tertua di Indonesia.
b.
Bank OCBC NISP
Tokoh
penting : Parwati
Surjaudaja (Presiden Direktur)
Liem
Khe Tjie, Karmaka
Surjaudaja (Kwee Tjie
Hoei)
Bank OCBC NISP (sebelumnya bernama Bank
NISP) adalah sebuah bank swasta di Indonesia.
Bank ini didirikan 4 April 1941 diBandung dengan nama NV Nederlandsch-Indische
Spaar en Deposito Bank. Pada 1981, sempat berganti nama menjadi NV.
Spaar En Deposito yang diuraikan sebagai Bank Nilai Inti Sari
Penyimpan (disingkat NISP), bank ini kemudian lama dikenal sebagai Bank NISP.
Semenjak 16 Oktober 2008, Bank NISP
resmi berganti nama dan logo menjadi Bank OCBC NISP. Nama perusahaan juga turut
diubah dari PT Bank NISP Tbk menjadi PT Bank OCBC NISP Tbk.
Pada 1 Januari 2011, Bank OCBC Indonesia resmi meleburkan diri
ke Bank OCBC NISP untuk memenuhi peraturan pemilik tunggal dari Bank Indonesia.
Bank OCBC NISP juga sering
mencatatkan prestasinya secara baik dalam dunia perbankan serta meraih beragam
penghargaan.
Saat ini mayoritas saham Bank OCBC
NISP dimiliki oleh OCBC Group yang
berlokasi di Singapura. OCBC merupakan penyedia jasa perbankan dan asuransi
terbesar di Singapura.
Saat ini,direktur utamanya adalah
Parwati Surjaudaja
5) Bank milik campuran
Bank milik
campuran merupakan bank yang sahamnya dimiliki oleh pihak asing dan pihak
swasta nasional dan secara mayoritas sahamnya dipegang oleh warga Negara
Indonesia. Contoh bank campuran adalah:
a.
Bank
CIMB Niaga
Kantor
pusat : Jakarta, Indonesia
Tokoh
penting : Nazir Razak (Komisaris
Utama) Tigor M. Siahaan (CEO)
Situs
web : www.cimbniaga.com
PT Bank CIMB Niaga Tbk atau yang lebih dikenal dengan CIMB Niaga adalah
sebuah bank yang berdiri pada tahun 1955. Saat ini CIMB
Niaga merupakan bank terbesar keempat di Indonesia dilihat dari sisi aset, dan diakui prestasi dan
keunggulannya di bidang pelayanan nasabah dan pengembangan manajemen. Saat ini mayoritas saham Bank CIMB Niaga dimiliki
oleh CIMB Group. Bank
CIMB Niaga merupakan bank pembayar (payment bank) KSEI terbesar dari
nilai transaksi, dan dengan pangsa pasar 11%, saat ini CIMB Niaga adalah bank
penyedia kredit pemilikan rumah terbesar
ketiga di Indonesia.
Sejarah
CIMB Niaga pertama kali didirikan pada
tanggal 26 September 1955 sebagai bank swasta nasional
dengan nama Bank Niaga. Setelah terbentuk,
membangun nilai-nilai inti dan profesionalisme karyawan menjadi perhatian utama
bank. Pada tahun 1969,
ketika sektor swasta di Indonesia dilanda
krisis, Bank Niaga mampu bertahan dan berhak memperoleh jaminan dari Bank Indonesia. Bank Niaga kemudian merevisi
rencana usahanya pada tahun 1974,
dan berganti menjadi bank umum agar dapat memenuhi kebutuhan nasabah.
Pada tahun 1976 Bank Niaga
meluncurkan Program Kredit Profesional, yaitu pinjaman bagi para profesional
seperti ahli teknik, dokter, dan sebagainya. Selanjutnya, pada tahun1981-1982,
Bank Niaga menjadi bank pertama di Indonesia yang
menerapkan sistem perbankan jaringan (online) dan sistem jaringan kantor
cabang. Langkah berikut yang ditempuh Bank Niaga adalah membentuk jaringan unit
usaha penukaran valuta asing resmi
di sejumlah kantor cabang pada tahun 1985 beserta beragam
produk baru. Pada tahun 1987,
Bank Niaga membedakan dirinya dari pesaingnya di pasar domestik dengan menjadi
Bank yang pertama menawarkan nasabahnya layanan perbankan melalui mesin ATM di
Indonesia.
Pada Juni 1989 merupakan tahun Bank
Niaga melakukan penawaran saham perdana sehingga menjadi perusahaan terbuka.
Saham yang ditawarkan laris dibeli, dan saham yang dipesan mencapai empat kali
lipat dibanding jumlah saham yang diterbitkan (20.9 juta saham).
Bank Niaga mulai menyediakan layanan
bagi nasabah kelas menengah-atas pada tahun 1998,
guna memperbesar jumlah nasabah.
Pada tahun 1999,
Bank Niaga menjadi bank di bawah pengawasan Badan
Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)
karena dana pemegang saham untuk rekapitalisasi kurang dari 20%.
Commerce Asset Holdings Berhad (CAHB),
yang sekarang dikenal luas sebagai CIMB Group Holdings Berhad, mengakuisisi
saham Bank Niaga pada tahun 2002.
Tahun 2007,
seluruh kepemilikan saham berpindah ke CIMB Group sebagai bagian dari
reorganisasi internal untuk mengkonsolidasi kegiatan seluruh anak perusahaan CIMB
Group. Pada bulan Mei 2008,
Bank Niaga resmi berubah nama menjadi Bank CIMB Niaga. Dalam rangka memenuhi
kebijakan Single Presence Policy (SPP) yang ditetapkan Bank Indonesia, Khazanah Nasional Berhad sebagai
pemilik saham mayoritas Lippo Bank dan
juga saham pengendali Bank Niaga (melalui CIMB Group), melakukan penggabungan
(merger) kedua bank tersebut secara resmi pada tanggal 1 November 2008 yang diikuti dengan
pengenalan logo kepada masyarakat luas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar