Rabu, 30 Maret 2016

PROFIL THE SOUTH EAST ASIAN, NEW ZELAND AND AUSTRALIA FORUM OF BANKING SUPERVISOR (SEANZA) DAN ASEAN +3

THE SOUTH EAST ASIAN, NEW ZELAND AND AUSTRALIA FORUM OF BANKING SUPERVISOR
(SEANZA)

            The South East Asian, New Zeland and Australia Forum of Banking supervisor (SEANZA) adalah Sebuah forum kebijakan regional bank sentral gubernur dari Persemakmuran Inggris negara-negara di kawasan Asia Pasifik.

            TUJUAN SEANZA
Tujuan dari The South East Asian, New Zeland and Australia Forum of banking Supervisor (SEANZA) atau Forum Pengawas Perbankan didirikan sebagai cabang untuk menyediakan sarana bagi perbankan pengawas dari daerah untuk membangun kontak dengan satu sama lain, Memberikan pelatihan bagi Bank sentral staf dan forum Pengawas Perbankan di Untuk bertukar informasi tentang isu-isu dan masalah yang menjadi kepentingan bersama.

            TUGAS SEANZA
The South East Asian, New Zeland and Australia Forum of banking Supervisor (SEANZA) bertugas untuk membantu mengatasi masalah keterbatasan SDM yang professional dan berpengalaman, khususnya pada tigkat menajerial menegah ke atas, yang dihadapi bank sk
entral negar-negara di kawasan asia pasifik.

The South East Asian, New Zeland and Australia Forum of banking Supervisor (SEANZA) ini didirikan pada tahun 1956. Awalnya terdiri bank sentral dari negara-negara Persemakmuran Inggris di kawasan Asia-Pasifik, dengan maksud untuk mengumpulkan sumber daya mereka untuk menyediakan kursus pelatihan intensif dan sistematis untuk pusat menjanjikan staff.

ANGGOTA SEANZA
Peserta Forum telah diperluas melalui bertahun-tahun, dengan perwakilan dari tujuan khusus badan pengawas seperti Dinas Pengawas Korea Keuangan dan Australia Prudential Peraturan Otoritas bergabung pengawas bank sentral. anggota asli yang bank sentral dari Australia, India, Selandia Baru, Pakistan, dan Sri Lanka. Penambahan yang Bangladesh, Republik Rakyat Cina, Hong Kong, Cina, Indonesia, Iran, Jepang, Republik Korea, Malaysia, Macao, Cina, Mongolia, Nepal, Papua Nugini, orang Filipina, Singapura, dan Thailand.

HUBUNGAN SEANZA DENGAN BI

BI menjalin hubungan kerjasama dengan lembaga internasional yang diperlukan dalam rangka menunjang kelancaran pelaksanaan tugas Bank Indonesia maupun Pemerintah yang berhubungan dengan ekonomi, moneter, maupun perbankan. BI menjalin kerjasama internasional meliputi bidang-bidang yaitu Investasi bersama untuk kestabilan pasar valuta asing,  penyelesaian transaksi lintas Negara,  hubungan koresponden, tukar-menukar informasi mengenai hal-hal yang terkait dengan tugas-tugas selaku bank sentral, pelatihan/penelitian di bidang moneter dan sistem pembayaran.
           

 ASEAN +3 (ASSOCIATION OF SOUTHEAST ASIAN NATIONS PLUS THREE)

ASEAN +3 merupakan forum kerjasama di bidang ekonomi dari negara-negara ASEAN ditambah Cina, Jepang dan Korea Selatan. Kerjasama ini di masa yang akan datang akan terus ditingkatkan sehingga meliputi juga berbagai bidang politik dan keamanan untuk mendorong perdamaian, kestabilan, dan kesejahteraan di kawasan ini, Forum yang digelar antara lain berbentuk Pertemuan Puncak dan Pertemuan tingkat Menteri.

ASEAN +3 kerjasama dimulai pada bulan Desember 1997 dan dilembagakan pada tahun 1999 ketika pemimpin mengeluarkan Pernyataan Bersama tentang Kerja Sama Asia Timur pada mereka ASEAN Ketiga + 3 Summit di Manila.

TUJUAN ASEAN +3
Para pemimpin ASEAN +3 menyatakan tekad yang lebih besar dan kepercayaan semakin memperkuat dan memperdalam kerjasama Asia Timur di berbagai tingkatan dan di berbagai daerah, termasuk energi, transportasi, dan teknologi informasi dan komunikasi (ICT).

TUGAS ASEAN +3
ASEAN +3 sepakat untuk memperkuat kemitraan dengan Republik Rakyat Cina (RRC), Republik Korea (Korea) dan Jepang untuk mengatasi saling persoalan dan masalah dalam keamanan energi, pengembangan gas alam, studi pasar minyak, penimbunan minyak, dan energi terbarukan.
  
ANGGOTA ASEAN +3
ASEAN + 3 meliputi 10 anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Republik Demokratik Rakyat Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Viet Nam) ditambah RRC, Jepang, dan Korea.




SUMBER REFERENSI :
www.bi.go.id diakses pada tanggal 29 Maret 2016 pukul 15.00 wib.
https://aric.adb.org diakses pada tanggal 29 Maret 2016 pukul 15.00 wib.
http://www.centralbanking.com diakses pada tanggal 29 Maret 2016 pukul 15.00 wib.
www.unterm.un.org diakses pada tanggal 29 Maret 2016 pukul 15.00 wib.
www.wikipedia.org diakses pada tanggal 29 Maret 2016 pukul 15.00 wib.

www.imf.org diakses pada tanggal 29 Maret 2016 pukul 15.00 wib.



PENULIS

ADITYA JARISMAN
(HUKUM EKONOMI SYARIAH)

2 komentar: